Perbedaan HDD (Harddisk) & SSD (Solid State Drive)

 Mengulas Tentang Dua Jenis Penyimpanan (Storage)
SSD dan HDD


Bagi kamu yang mempunyai gawai Komputer/PC baik itu Desktop maupun Notebook dan Ponsel (Smartphone) pasti sebelum membelinya kamu mempertimbangkan salah satunya yaitu penyimpanan atau storage dulu baik Kapasitas dan Jenisnya. Penyimpanan yang dimaksud dalam perangkat gawai atau gadget ini adalah penyimpanan data yang bersifat permanen dan akan terus digunakan, Yap itu adalah Storage. Berbeda dengan storage, memori atau yang biasa disebut RAM (Random Acces Memory) pada sebuah gawai atau gadget adalah tempat penyimpan sementara (bersifat temporary) yang akan bisa digunakan apabila perangkat gawai atau gadget sedang menyala atau digunakan.

Dan pada dunia gawai terutama Komputer/PC ada dua jenis Penyimpanan (Storage) yang digunakan yaitu bertipe HDD atau Harddisk Drive dan juga SSD atau Solid State Drive. Perbedaan keduanya-pun begitu mencolok baik itu bagian Cara Kerja Penyimpanan, Kecepatan Baca-Tulis (Write/Read), juga Umur Penyimpanan masing-masing jenis penyimpanan tersebut. Mari kita bahas dari HDD dulu !

HDD (Harddisk Drive)

Pengertian dan Cara Kerja Penyimpanan

Harddisk Drive atau biasa disingkat HDD adalah jenis penyimpanan yang memakai cakram (atau disk) dalam penggunaannya dalam menyimpan data. HDD (Harddisk Drive) ditemukan pada Desember Tahun 1954 oleh Tim IBM yang dipimpin oleh Rey Johnson, dan diperkenalkan kepada khalayak dua tahun sesudahnya yaitu pada Tahun 1956 yang menjadikan jenis penyimpanan yang paling banyak digunakan oleh Komputer/PC saat ini (1960-2015). HDD menggunakkan cakram sebagai penyimpanan memori yang disebut Platter, biasanya cakram atau Platter ini lebih dari satu dan bertumpuk dengan lainnya dan digerakkan menggunakkan komponen Actuator dengan cara magnetis sehingga dapat berputar untuk menyimpan dan membaca data dimana komponen Spindle ditengah Platter digunakan sebagai poros saat Platter atau cakram untuk memutar platter. Untuk pembacaan data pada Platter atau cakram menggunakkan komponen Head yang diarahkan oleh Actuator Arm sehingga dapat mengarahakan komponen Head ke bagian Platter atau cakram dan Komponen Actuator Axis sebagai poros dari Actuator Arm, sedangkan Actuator menjadi penggerak dari komponen Actuator Arm. Jadi bisa diringkas seperti dibawah ini :

Komponen dalam pada HDD (Harddisk Drive) :
  • Platters            : Berupa piringan cakram (disk) yang terbuat dari logam dan mempunyai sifat yang magnetis dan digunakan sebagai media penyimpanan.
  • Head                : Berupa bagian pada ujung Actuator Arm yang digunakan untuk Membaca/Menulis (W/R) pada Platters (cakram atau disk). Bagian Head berukuran sangat kecil.
  • Spindle            : Berfungsi sebagai poros dari Platters yang digunakan untuk memutar cakram atau disk.  
  • Actuator          : Berfungsi sebagai motor penggerak dari Actuator Arm
  • Actuator Arm  : Bagian yang merupakan lengan yang menggerakkan komponen Head 
  • Actuator Axis  : Berfungsi sebagai poros dari komponen Actuator Arm
Ada juga komponen penting lainnya seperti Circuit Board, Base Casting, Power Connector dan yang lainnya.

HDD atau Harddisk Drive pada bagian dalam dibuat menjadi ruang hampa udara, sehingga Platter atau cakram (disk) mampu berputar dalam ratusan bahkan ribuan putaran per menit (Rpm), Harddisk Drive
saat ini mampu berputar hingga 5.400 rpm (Rotasi per menit) bahkan ada yang menyentuh angka 7.200 rpm.

Kecepatan Baca Tulis (W/R) dan Umur Pemakaian

Pada saat ini HDD atau Harddisk mampu mencapai kecepatan Pembacaan/Penulisan hingga 100 MBps (5400 rpm) dan 150 MBps (7200 rpm). Dan umur pemakaian (Average Lifespan) dari Harddisk saat ini  berkisar pada 2.500.000 jam atau sekitar 6 Tahun berdasarkan Wikipedia. Pada masa atau era (2010-an keatas) merupakan masa dimana penggunaan data sangat dinamis dan cepat dimana dunia teknologi gencar-gencarnya membutuhkan penyimpanan (storage) yang mempunyai kecepatan baca/tulis (Read/Write) yang lebih cepat sehingga penggunaan HDD menunjukkan tren penurunan dan digantikan oleh SSD (Solid State Storage) atau Flash Storage yang mempunyai keunggulan komponen yang ringkas serta kecepatan Baca/Tulis (Read/Write) yang super cepat.


SSD (Solid State Drive)

Pengertian dan Cara Kerja Penyimpanan

Solid State Drive atau biasa disingkat SSD (bisa juga Flash Storage) adalah jenis penyimpanan data pada Komputer/PC yang menggunakkan IC (Integrated Circuit) sebagai metode penyimpanan. Berbeda dengan HDD atau Harddisk yang membutuhkan putaran untuk memutar sehingga dapat melakukan Pembacaan/Penulisan, SSD hanya menggunakkan aliran listrik untuk dapat melakukan Pembacaan/Penulisan sehingga SSD lebih hening dibanding HDD. Diciptakan pertama kali oleh perusahaan teknologi penyimpanan SANDISK pada Tahun 1991 dimana konsep awalnya dibuat oleh perusahaan Storage Technology Corporation pada Tahun 1978, SSD pertama dari SANDDISK menawarkan kapasitas 20 MB. 

Komponen-komponen SSD (berdasarkan foresteract.com) :
  • Controller
  • Flash-memory Based
  • DRAM-Based
  • Cache atau Buffer
  • Battery
Jenis-jenis SSD :
  • SSD SATA 2.5 Inci
  • SSD mSATA
  • SSD M.2 SATA
  • SSD M.2 NVME
(SSD Tipe M.2 memiliki ukuran yang lebih ramping dibanding SSD SATA 2.5 Inci dimana bentuknya hampir sama seukuran deng RAM (Random Access Memory))

(Juga bagi kalian yang ingin mengupgrade SSD kamu, Perhatikan juga jenis SSD yang mau kamu upgrade di komputer atau laptop kamu)

Kecepatan Baca/Tulis (R/W) dan Umur Pemakaian

SSD mampu menawarkan kecepatan Baca/Tulis (R/W) yang sangat cepat dibanding HDD rata-rata untuk umum ada yang menawarkan kecepatan Pembacaan/Penulisan mencapai 3GBps (3GB per detik) bahkan terdapat SSD yang mampu menawarkan kecepatan hingga 15GBps (Demonstrasi SSD Gigabyte 2019) baik Pembacaan/Penulisan. Walaupun menawarkan kecepatan yang super cepat hingga berpuluh kali lipat dibanding HDD atau Harddisk Drive, Umur Pemakaian (Average Lifespan) dari sebuah SSD terbilang cukup rendah dibanding HDD diperkirakan Umur Pemakaian 2,5 Tahun untuk konsumer bahkan untuk sektor Enterprise bisa bertahan hingga 3 Bulan sebelum standar kualitas benar-benar menurun.  

Perbandingan HDD dan SSD

Setelah menjelaskan masing-masing mulai dari Pengertian hingga Umur Pemakaian dari masing-masing jenis Penyimpanan (Storage) baik dari HDD dan SSD, sekarang kita bahasa tentang perbedaan keduanya, Sehingga bagi kamu yang bingung harus memilih jenis penyimpanan apa (baik HDD ataupun SSD) kamu dapat mempertimbangkan nya dengan hal-hal dibawah ini.

HDD (Harddisk Drive)

  • Menggunakkan Cakram atau Disk sebagai media penyimpanan sehingga perputaran yang dihasilkan menghasilkan suara bising atau noise.
  • Penggunaan Cakram atau Disk membuat HDD terlihat besar dan tidak compact
  • Tidak tahan terhadapat guncangan sehingga membuat kualitas semakin menurun (Tidak cocok bagi Pengguna Laptop yang sering Berpergian)
  • Kecepatan Baca/Tulis yang ditawarkan berkisaran 100 MBps hingga 150 MBps
  • Menawarkan Harga yang murah untuk mendapatkan penyimpanan yang lebih (Price to Capacity)
  • Menawarkan Umur Pemakaian (Average Lifespan) yang panjang hingga berkisar 6 Tahun

SSD (Solid State Drive)

  • Menggunakan IC (Flash-memory) sebagai media penyimpanan sehingga tidak menghasilkan putaran atau kebisingan suara (noise)
  • SSD mempunyai ukuran yang ringkas mulai dari ukuran 2,5 Inci hingga seukura RAM (Random Access Memory)
  • Tahan terhadap segala Guncangan yang mana sangat cocok bagi pengguna Laptop yang sering berpergian 
  • Kecepatan Baca/Tulis yang ditawarkan berkisar 500 MBps bahkan hingga 15 GBps
  • Menawarkan harga yang mahal untuk mendapatkan performa Baca/Tulis Maksimal (Price to Perfomance)
  • Menawarkan Umur Pemakaian (Average Lifespan) hanya 2,5 Tahun bahkan untuk kalangan korporasi (Enterprise) hanya sekitar 3 Bulan saja sebelum kualitas penyimpanan benar-benar menurun.

*Note :
             Sumber dan Referensi 
            - Wikipedia, Pintarkomputer, Foresteract dan yang lainnya 
            - Gambar Merupakan Hak Milik Blog (Sumber Icon atau Ilustrasi Tertera)
         

Terima kasih sudah membaca dan mampir di Blog CoSinTech. Mohon maaf apabila ada kesalahan informasi dan penulisan. Berikan kritik dan saran anda di komentar untuk mengembangkan blog CoSinTech lebih baik lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Lebih dekat dengan GPU Intel (2021)

15+ Perintah Dasar Linux Bagi Pemula

SIRINA siap hadang Ponsel Ilegal/BM